Jumat, 30 Agustus 2013


     Salah satu perma- salahan dalam pengembangan ternak Kambing dan domba adalah ketersediaan pakan, terutama pada musim kemarau.Karena itu, perlu suatu trobosan dalam mengatasi masalah pakan.Salah satu upaya trobosan tersebut adalah dengan menggunakan teknologi fermentasi. Dengan fermentasi, kita dapat memanfaatkan hasil samping budidaya tanaman pangan dan perkebunan masih mudah didapat dalam jumlah banyak di sekitar kita.Di samping itu, Pakan hijau yang melimpah saat musim penghujan bisa difermentasi sebagai persediaan pakan, terutama jika pakan hijau berkurang di musim kemarau.


Keuntungan Pakan Fermentasi
Memberikan pakan fermentasi  kepada ternak mempunyai banyak keuntungan, yaitu:
* Meningkatkan nafsu makan sehingga penggemukan semakin cepat
* Memperbaiki proses pencernakan
* Lebih kebal terhadap penyakit
* Meningkatkan produksi susu
* Menjadikan susu dan daging kambing menjadi tidak prengus
* Mengurangi bau kotoran dan air kencing
* Kotoran menjadi lebih sedikit karena pakan menjadi tercerna dengan baik

     Penggunaan hijauan fermentasi juga dapat menghilangkan efek buruk yang sering menyertai pemberian hijauan segar. Contohnya, rumput yang terlalu muda atau yang basah terkena air hujan sering membuat kambing mencret. Kambing sering kembung jika memakan legum muda atau jenis tertentu. Tak kalah penting, beberapa peternak membuktikan kasus cacingan menurun semenjak menggunakan pakan fermentasi.
Proses Pembuatan Pakan Fermentasi
     Proses fermentasi cukup mudah dan murah. Hijauan dicacah dengan mesin chopperatau bisa dilakukan secara manual dengan pisau/golok, kemudian semprot/diciprati dengan bahan fermentator mikrobakteri. Setelah itu, hijauan dimasukkan ke dalam kantong plastik besar yang diikat rapat.Lama proses fermentasi bergantung pada bahan fermentator. Beberapa bahan fermentator yang dapat dipakai adalah: ragi tape/jerami, starbio untuk ternak, EM4, Suplemen Organik Cair (SOC), Sunwy Bio, dan banyak lagi merek sejenis yang beredar di pasaran.
     Selain penerapan fermentasi bahan utama pakan hijauan, saat ini sudah berkembang pembuatan pakan komplit untuk kambing dan domba.Teknologi ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan bahan pakan ternak yang biasanya berkualitas rendah (kurang protein dan energi) serta kurang ramah lidah.Jerami padi, tongkol jagung, tebon jagung (batang dan daun jagung sisa panen), jerami kacang tanah, kulit buah, bungkil kelapa dan ampasnya merupakan beberapa bahan pakan yang dapat digunakan sebagai sumber pakan berkualitas bagi ternak kambing dan domba.
      Peternak kambing yang sudah menerapkan teknologi pakan fermentasi, sebaiknya sekalian menggunakan pakan komplit fermentasi, atau menurut istilah kerennya ‘burger pakan’.Pembuatan burger pakan cukup dengan 3 – 7 hari pemeraman dalam wadah tertutup rapat. Pakan komplit fermentasi yamg bagus  berbau harum bercampur asam, warna segar tidak jauh berubah dengan warna saat diracik, tidak berjamur, dan pH 3,5 – 4,0.

 
1. Bahan pakan dicacah.





2. Dicampur dan diciprati dengan cairan fermentasi




 3. Diperam beberapa waktu hingga jadi.






Berikut ini contoh pembuatan pakan komplit untuk ternak Kambing dan Domba : 
Bahan :
Bahan berasal dari sumber daya lokal yang tersedia, terdiri atas limbah pertanian seperti tebon jagung , jerami  dan dedak padi. Berikut ini adalah formula pakan lengkap (berdasarkan bahan kering) dari IPTEKDA-LIPI Fakultas Peternakan Universitas Jendral Sudirman :
Tebon jagung yang sudah kering atau layu 71 kg, onggok kering 15 kg, dedak padi halus 10 kg, molasses (dapat diganti air gula kelapa) 1,5%, serta garam 2%.

Cara membuat
Cacah tebon jagung menggunakan chooper atau secara manual dengan ukuran 0,5-2 cm.
Campur cacahan tebon jagung dengan jerami, dedak padi, molases dan garam.
Masukkan campuran tersebut secara bertahap ke dalam drum atau karung plastik lalu tutup rapat.
Biarkan selama 3 minggu hingga bahan campuran matang.Hasil fermentasi siap diberikan kepada ternak. Satu ekor kambing dewasa membutuhkan pakan lengkap sekitar 2,5-3 kg per hari.
Pakan yang sudah di fermentasi ini bisa disimpan selama 6 bulan.


 Pakan Komplit Ternak

       Selain penerapan fermentasi bahan utama pakan hijauan, saat ini sudah berkembang pembuatan pakan komplit untuk kambing dan domba.Teknologi ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan bahan pakan ternak yang biasanya berkualitas rendah (kurang protein dan energi) serta kurang ramah lidah.Jerami padi, tongkol jagung, tebon jagung (batang dan daun jagung sisa panen), jerami kacang tanah, kulit buah, bungkil kelapa dan ampasnya merupakan beberapa bahan pakan yang dapat digunakan sebagai sumber pakan berkualitas bagi ternak kambing dan domba.
      Peternak kambing yang sudah menerapkan teknologi pakan fermentasi, sebaiknya sekalian menggunakan pakan komplit fermentasi, atau menurut istilah kerennya ‘burger pakan’.Pembuatan burger pakan cukup dengan 3 – 7 hari pemeraman dalam wadah tertutup rapat. Pakan komplit fermentasi yamg bagus  berbau harum bercampur asam, warna segar tidak jauh berubah dengan warna saat diracik, tidak berjamur, dan pH 3,5 – 4,0.
Berikut ini contoh pembuatan pakan komplit untuk ternak Kambing dan Domba
Bahan :
Bahan berasal dari sumber daya lokal yang tersedia, terdiri atas limbah pertanian seperti tebon jagung , jerami  dan dedak padi. Berikut ini adalah formula pakan lengkap (berdasarkan bahan kering) dari IPTEKDA-LIPI Fakultas Peternakan Universitas Jendral Sudirman :
Tebon jagung yang sudah kering atau layu 71 kg, onggok kering 15 kg, dedak padi halus 10 kg, molasses (dapat diganti air gula kelapa) 1,5%, serta garam 2%.

Cara membuat
Cacah tebon jagung menggunakan chooper atau secara manual dengan ukuran 0,5-2 cm.
Campur cacahan tebon jagung dengan jerami, dedak padi, molases dan garam.
Masukkan campuran tersebut secara bertahap ke dalam drum atau karung plastik lalu tutup rapat.
Biarkan selama 3 minggu hingga bahan campuran matang.Hasil fermentasi siap diberikan kepada ternak. Satu ekor kambing dewasa membutuhkan pakan lengkap sekitar 2,5-3 kg per hari.
Pakan yang sudah di fermentasi ini bisa disimpan selama 6 bulan.



 1. Bahan utama dicacah.








 
2. Ditambah dedak molases dan garam
  3. Ragi atau mikrobakteri dicampurkan.










4. Adonan diperam dalam wadah drum atau plastik.




 5. Pakan komplit diangin-anginkan, lalu disimpan.









* ALAWI *

0 komentar:

Poskan Komentar

Blogroll